Senin, 25 Oktober 2010

BAB 3


LAPORAN PRAKTIKUM

LINUX

Modul 3

KONSEP JARINGAN

DAN TCP / IP

Disusun Oleh :

Maria Ambar T.k

123080196

Assisten :

I Putu Jista

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UPN “VETERAN” YOGYAKARTA

2010


BAB I

DASAR TEORI

Network atau jaringan dalam komputer berarti dua atau lebih komputer otonom yang dihubungkan dengan media transmisi/komunikasi dengan menggunakan suatu standardisasi sehingga dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi.

Jaringan tersusun atas beberapa host yang terhubung melalui perangkat jaringan, meliputi:

a. Protokol jaringan.

b. Media transmisi.

c. Kartu jaringan / NIC.

d. Reapeter, router, switch, HUB.

Topologi merupakan suatu pola hubungan antara terminal dalam jaringan komputer. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geofrapis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data.

a. Star Network (Jaringan Bintang).

Dalam konfigurasi bintang, beberapa peralatan yang ada akan dihubungkan kedalam satu pusat komputer. Kontrol yang ada akan dipusatkan pada satu titik, seperti misalnya mengatur beban kerja serta pengaturan sumber daya yang ada. Semua link harus berhubungan dengan pusat apabila ingin menyalurkan data kesimpul lainnya yang dituju. Dalam hal ini, bila pusat mengalami gangguan, maka semua terminal juga akan terganggu. Model jaringan bintang ini relative sangat sederhana, sehingga banyak digunakan oleh pihak per-bank-kan yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar dipelbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi bintang ini, maka segala macam kegiatan yang ada di-kantor cabang dapatlah dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan juga banyak memanfaatkan jaringan bintang ini guna mengontrol kegiatan anak didik mereka.

b. Ring Networks (Jaringan Cincin)

Pada jaringan ini terdapat beberapa peralatan saling dihubungkan satu dengan lainnya dan pada akhirnya akan membentuk bagan seperti halnya sebuah cincin. Jaringan cincin tidak memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun pengatur lalu lintas data, semua simpul mempunyai tingkatan yang sama. Data yang dikirim akan berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada simpul yang dituju. Dalam menyampaikan data, jaringan bisa bergerak dalam satu ataupun dua arah. Walaupun demikian, data yang ada tetap bergerak satu arah dalam satu saat. Pertama, pesan yang ada akan disampaikan dari titik ketitik lainnya dalam satu arah. Apabila ditemui kegagalan, misalnya terdapat kerusakan pada peralatan yang ada, maka data yang ada akan dikirim dengan cara kedua, yaitu pesan kemudian ditransmisikan dalam arah yang berlawanan, dan pada akhirnya bisa berakhir pada tempat yang dituju. Konfigurasi semacam ini relative lebih mahal apabila dibanding dengan konfigurasi jaringan bintang. Hal ini disebabkan, setiap simpul yang ada akan bertindak sebagai komputer yang akan mengatasi setiap aplikasi yang dihadapinya, serta harus mampu membagi sumber daya yang dimilikinya pada jaringan yang ada. Disamping itu, sistem ini lebih sesuai digunakan untuk sistem yang tidak terpusat (decentralized-system), dimana tidak diperlukan adanya suatu prioritas tertentu.

c. Bus Network

Konfigurasi lainnya dikenal dengan istilah bus-network, yang cocok digunakan untuk daerah yang tidak terlalu luas. Setiap komputer (setiap simpul) akan dihubungkan dengan sebuah kabel komunikasi melalui sebuah interface. Setiap komputer dapat berkomunikasi langsung dengan komputer ataupun peralatan lainnya yang terdapat didalam network, dengan kata lain, semua simpul mempunyai kedudukan yang sama. Dalam hal ini, jaringan tidak tergantung kepada komputer yang ada dipusat, sehingga bila salah satu peralatan atau salah satu simpul mengalami kerusakan, sistem tetap dapat beroperasi. Setiap simpul yang ada memiliki address atau alam sendiri. Sehingga untuk meng-access data dari salah satu simpul, user atau pemakai cukup menyebutkan alamat dari simpul yang dimaksud.


BAB II
LAPORAN & TUGAS

LAPORAN

Network atau jaringan dalam komputer dapat di artikan dua atau lebih komputer otonom yang dihubungkan dengan media transmisi/komunikasi dengan menggunakan suatu standarisasi sehingga dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi.

Macam Protokol Jaringan
*TCP/IP
TCP/IP berfungsi mengawasi jalannya paket data agar tidak hilang atau rusak dalam perjalanan ke tujuannya. Jika ada paket data yang hilang atau rusak meski sebagian, maka TCP akan mengirimkan ulang paket data tersebut. Dan jika paket yang dikirim terlalu besar ukurannya maka TCP akan membagi paket-paket tersebut menjadi beberapa datagram, kemudian mengirimkannya pada tujuannya.
Dlam melakukan tugasnya TCP dibantu oleh IP address. IP address adalah nomor atau angka yang mendefinisikan alamat sebuah komputer dalam jaringan.
*IPX/SPX
IPX/SPX merupakan salah satu protokol dalam jaringan komputer yang biasa digunakan untuk jaringan berskala kecil maupun berskala luas.
Beberapa protokol yang merupakan bagian dari IPX/SPX
*APPLE TALK
Apple Talk adalah protokol yang digunkan pada komputer Apple OS untuk berkomunikasi dengan protokol pada sistem.

Macam-Macam Topologi Jaringan

Topologi Bus

Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.

Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).

Topologi Star/Bintang

Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

Kelebihan

* Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
* Tingkat keamanan termasuk tinggi.
* Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
* Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.

Kekurangan

* Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.

Topologi Ring/Cincin

Topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan

Topologi Mesh

Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

Topologi Tree

Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .

Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

Topologi Linier

Jaringan komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan topologi linier bus, layout ini termasuk layout umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator. Konektor yang digunakan bertipe BNC (British Naval Connector), sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial Thinnet). Installasi dari topologi linier bus ini sangat sederhana dan murah tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Komputer.

Tipe konektornya terdiri dari

1. BNC Kabel konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke T konektor

2. BNC T konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke komputer

3. BNC Barrel konektor —> Untuk menyambung 2 kabel BNC

4. BNC Terminator —> Untuk menandai akhir dari topologi bus.

Keuntungan dan kerugian dari jaringan komputer dengan topologi linier bus adalah :

* Keuntungan, hemat kabel, layout kabel sederhana, mudah dikembangkan, tidak butuh kendali pusat, dan penambahan maupun pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.

* Kerugian, deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan lalu lintas tinggi, keamanan data kurang terjamin, kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah, dan diperlukan Repeater untuk jarak jauh.

Topologi Peer To Peer

Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.

Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin memberli komputer baru, katakanlah Pentium II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipejari dan dipakai.


TUGAS

Saya mempunyai IP 192.168.20.0. IP itu kemudian dibagi menjadi 5 lab. Lab jaringan, lab digital, lab komputasi, lab multimedia, lab basisdata.

Pertanyaan : Berapa Range IP yang valid yang harus diisikan masing-masing kelas dan berapa

netmask setiap hotsnya ?

Jawab :

lab jaringan = 30 komputer

lab komputasi = 30 komputer

lab digital = 15 komputer

lab multimedia = 30 komputer

lab basisdata = 30 komputer

2n – 2 ≥ H

25 – 2 ≥ 30

32 – 2 ≥ 30

30 ≥ 30

NP + HP = 32

NP + 5 = 32

NP = 27

Range IP

Network 1 → 192.168.20.0 → Lab jaringan → 192.168.20.1 - 192.168.20.30

Network 2 → 192.168.20.32 → Lab komputasi → 192.168.20.33 - 192.168.20.62

Network 3 → 192.168.20.64 → Lab digital → 192.168.20.65 - 192.168.20.94

Network 4 → 192.168.20.96 → Lab multimedia → 192.168.20.97 - 192.168.20.126

Network 5 → 192.168.20.128 → Lab basisdata → 192.168.20.129 - 192.168.20.158

Network 6 → 192.168.20.160 → Network6

Netmask

255.255.255(256-32)

255.255.255.224 atau /27


BAB III

KESIMPULAN

Topologi merupakan suatu pola hubungan antara terminal dalam jaringan komputer. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geofrapis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data.

Topologi terdiri atas:

a. Topologi Bus;

b. Topologi Ring;

c. Topologi Star;

d. Topologi Pohon;

e. Topologi Titik ke titik;

f. Topologi Kombinasi.


BAB 2



LAPORAN PRAKTIKUM

LINUX

MODUL II

“COMMAND LINE DAN ADMINISTRASI SISTEM”

Disusun Oleh :
Maria Ambar Tri k

123080196

Asdos :

I Putu Jista

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UPN ”VETERAN” YOGYAKARTA

2010


BAB I

TEORI DASAR


a. Command Line dan Administrasi pada Linux.

Pada Linux terdapat dua (2) mode untuk menjalankan berbagai aplikasi.

1. Terminal mode : tempat untuk menjalankan aplikasi yang tidak ada pada graphical mode.

2. Graphical mode : dikenal X Windows, aplikasi ditampilkan dalam mode grafis dan tertata pada panel menu.

Jika Anda telah berada pada terminal maka Anda dapat dikatakan akan bekerja pada Shell. Shell adalah nama aplikasi dimana Anda dapat berinteraksi dengan mesin Anda.

Ini diasumsikan bahwa anda login sebagai user himatif (paling depan), dengan nama (hostname) mesin Anda adalah himatif, dan Anda pada saat ini sedang berada pada direktori aktif user biasa (paling belakang $).

b. Konsep manajemen user dan group

Pada sistem Unix diterapkan konsep yang membedakan seorang user dengan user lain. Dimana setiap user memiliki privasi yang didasarkan atas proses login, hak dan ijin. Pemberian nama login bertujuan untuk memberikan identitas pada tiap identitas agar dapat memiliki file, direktori dan proses sendiri, seorang user dibatasi oleh ijin akses yang berbeda-beda. Bagi user biasa, nama login dapat digunakan untuk memasuki sebuah shell yang disiapkan sistem melalui proses autentifikasi password dan melakukan pekerjaan-pekerjaan dalam sistem tersebut.

Secara umum user (pengguna) di sistem Linux dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

Super User (root), memiliki hak akses penuh, tidak terbatas terhadap sistem . Dengan user root anda dapat melakukan apa saja yang berhubungan dengan administrasi sistem. Login root digunakan jika kebutuhan mendesak, dalam pengelolaan suatu administrasi sistem. Dalam Linux user ini mempunyai simbol #

1) Ordinary User, memiliki keterbatasan dan hak terhadap sistem. Dalam Linux user ini mempunyai simbol $.

Dalam Ubuntu super user(root) jarang digunakan, karena Ubuntu tidak mengenalkan root dengan maksud untuk meningkatkan sekuritas pada sistem itu sendiri. Untuk perintah yang biasa dijalankan dalam kondisi root, bisa digantikan dengan perintah sudo (switch user Do). Jadi yang sering di pakai dalam pemberian perintah adalah mode user biasa yang tetap dinotasikan dengan $.

Beberapa hal penting berkaitan dengan user dan group antara lain :

· Pendaftaran nama login

· Pembekuan nama login user

· Penghapusan nama login user

· Pembuatan group baru

· Pembagian group

· Pengaturan direktori home

· pengamanan file-file password

· dan lain – lain.

BAB II

LAPORAN & TUGAS

LAPORAN

1. cd

Perintah cd (change direktori) seperti halnya perintah cd pada DOS, tetapi dengan sedikit tambahan. Seperti kepanjangannya yang berarti berpindah direktori .

Sintaks :

cd [parameter] [nama direktori]

Setelah perintah cd kita dapat menambahkan beberapa parameter antara lain :

· tanda “.” atau “..”

Adalah perintah untuk masuk ke diretori yang berada diatas direktori anda

Contoh :

user@himatif:~$cd ..

· Diikuti letak direktori

Merupakan parameter yang berfungsi untuk masuk atau menuju direktori tertentu sesuai dengan keinginan user. Untuk beberapa direktori tergantung akan hak aksesnya.

Contoh :

user@himatif:~$ cd /etc/

2. cat

Perintah cat berfungsi untuk menampilkan isi suatu file ke layar. Biasanya untuk membaca file non binari.

Contoh :

user@himatif:~$ cat /etc/passwd

3. ls

perintah ls (LiSt) sama halnya dengan perintah dir pada DOS, tetapi dengan banyak penambahan parameter dibelakang tanda “-”.

ls -[ parameter ]

Parameter-parameter yang digunakan antara lain :

-- a ( all )

menampilkan seluruh file dalam direktori, termasuk file yang tersembunyi ( hidden file ) ingat hidden file dalam Unix adalah file yang diawali dengan tanda titik.

-- R

menampilkan seluruh isi direktori dan jika didalam direktori itu ada direktori yang lainnya maka direktori tersebut juga dilistkan isinya ( rekursi).

Menampilkan file beserta informasi file tersebut ( dalam bentuk long listing format )

user@himatif:~$ ls -a

Dari beberapa parameter dapat pula digabungkan ataupun dikombinasikan.

user@himatif:~$ ls -al image/*.jpg

Yang artinya bahwa sebuah file image berekstensi .jpg ditampilkan seluruhnya dalam bentuk long listing format. Bentuk long listing format akan di dapatkan pada praktikum.

1. mkdir

Merupakan comand line yang berfungsi untuk membuat direktori kosong.

Contoh :

user@himatif:~$ mkdir cobadir

Atau jika pada direktori lain :

user@himatif:~$ mkdir /home/user/cobadir

2. rmdir (remove)

Merupakan command Line yang berfungsi untuk menghapus direktori.

Contoh :

user@himatif:~$ rmdir cobadir

Perintah rm juga dapat dikombinasikan dengan perintah – perintah sebelumnya di atas seperti v ( verbose ), d ( directory = unlink file ), f (force), i ( interactive ).

3. touch

Perintah touch sama halnya dengan mkdir, tetapi touch hanya untuk membuat file dengan nilai 0 byte, jika pada direktori tersebut telah tedapat file dengan nama yang sama maka dibatalkan.

Contoh :

user@himatif:~$ touch namafile /opt/ifupn.txt

4. mv

perintah mv berfungsi untuk memindah file antar direktori ( pada DOS adalah perintah MOVE ), perintah mv bisa juga untuk mengganti nama file.

Sintaks :

mv -[parameter] [namafile dan direktori] [letak direktori baru]

Parameter yang biasa digunakan :

· f

dengan option ini maka tidak akan ditampilkan warning jikalau ada proses overwritten data.

· i

option ini adalah kebalikan dari parameter -f, kita akan diberi warning jikalau ada overwritten data.

· v

menampilkan seluruh informasi selama proses pemindahan data.

Contoh :

user@himatif:~$ mv -v cobacat /opt/cobacat

5. cp

Perintah cp sama seperti perintah COPY pada DOS, dan XCOPY dengan beberapa parameter.

Sintaks :

cp -[parameter] [namafile dan direktori] [tempat file baru]

Contoh :

Melakukan pengkopian file cobacat kedirektori /home/xcool

user@himatif:~$ cp -i cobacat /home/user

6. chown.

perintah chown adalah perintah untuk mengubah hak kepemilikan suatu file. Dalam Linux, setiap file atau direktori memiliki hak kepemilikan yang berbeda, dimana diatur menurut hak User, hak owner, dan hak

Option yang dapat digunakan :

· R

Pengulangan, yaitu mengubah hak kepemilikan selutuh file dalam direktori tersebut.

· v

Verbose mode. Menampilkan status seluruh aksi dari perintah chown. Baik untuk file yang telah diubah maupun untuk file yang tidak diubah dalam direktori.

· c

Sama seperti parameter -v tetapi hanya menampikan status file yang dapat diubah.

Contoh :

Mengubah kepemilikan file belajar.txt menjadi tidak dimiliki oleh user.

user@himatif:~$ sudo chown user1 /home/belajar.txt

Contoh Lain :

Mengubah hak kepemilikan untuk seluruh file dengan akhiran jpg dengan user user1 dan group himatif.

user@himatif:~$ sudo chown -Rc user1.himatif *.jpg

7. chgrp

chgrp (Change GrouP) sama dengan chown yaitu mengubah kepemilikan suatu file. Jika chown untuk user, maka chgrp untuk pengubahan group.

Sintaks :

chgrp -[parameter] [group] [file|direktori]

contoh :

Mengubah kepemilikan /home/xcool menjadi hak kepemilikan atas root .

user@himatif:~$ sudo chgrp root /home/user

8. Chmod

Ada dua cara untuk menggunakan Command Line chmod, antara lain :

1. Dengan ekspresi huruf.

yaitu dengan memberikan tanda – untuk mengurangi/menghapus atribut dan dengan menggunakan tanda + untuk menambah atribut file.

Sintak yang digunakan :

chmod -[parameter] [hak kepemilikan] [- atau +] [Hak Akses] [namafile]

Untuk parameter, yang dapat digunakan antara lain :

· R

Pengulangan, yaitu mengubah hak kepemilikan seluruh file dalam direktori tersebut.

· v

Verbose mode. Menampilkan status seluruh aksi dari perintah chmod. Baik untuk file yang telah diubah maupun untuk file yang tidak diubah dalam direktori.

· c

Sama seperti parameter -v tetapi hanya menampikan status file yang dapat diubah.

Untuk hak kepemilikan terbagi atas tiga yaitu :

· u ( User, yaitu pemilik file atau user yang sedang aktif )

· g (Group, yaitu user yang berada satu group dengan user aktif)

· o ( other, yaitu user yang tidak dalam satu group dengan user aktif )

Jika ingin mengubah semua, tanpa spesifikasi bisa dengan menggunakan a+ untuk menambah semua, dan a- untuk mengurangi.

Untuk hak akses terdiri atas tiga command yaitu :

· w (write, yaitu hak untuk menulis ulang file tersebut, menimpa atau mengganti isi file tersebut )

· r ( read, yaitu hak untuk membaca file tersebut ).

· x (execution, yaitu hak mengeksekusi, dan menjalankan file tersebut).

Untuk lebih jelasnya contoh :

Pada kasus dibawah atribut file sebelum diubah adalah :

user@himatif:~$ ls -l

-rw-rw-r-- 1 user user 0 Jun 21 02:39 belajar.txt

Pada file pertama berarti bahwa belajar.txt memiliki hak akses sebagai berikut:

· - menunjukan file, jika direktori berisi “d”.

· rw- à user memiliki hak akses untuk membaca ( r ), menulisi ( w ).

· rw- à group memiliki hak akses untuk membaca ( r ), menulisi ( w ).

· r-- à other hanya memiliki hak membaca ( r ) saja.

Mengubah hak akses :

user@himatif:/home/user$ sudo chmod u+x belajar.txt

Dengan perintah ls -l, akan didapatkan hasil seperti dibawah :

Bandingkan baris pertama tersebut dengan diatasnya, akan terlihat bahwa pada hak akses pada permision user (u) terdapat tambahan x

user@himatif:/home/user$ ls -l

-rw-rw-r-- 1 user user 0 Jun 21 02:39 belajar.txt

2. Dengan mode Oktal

Untuk mengubah ke mode oktal, sintaks yang digunakan sama seperti jika kita langsung menuliskan hak akses , tetapi diubah ke bentuk bilangan :

· r à read diubah ke angka 4

· w à writte diubah ke angka 2

· x à executable diubah ke angka 1

Sedangkan untuk hak kepemilikan memiliki format sebagai berikut :

· user, dengan format x00, (x ratusan )

· group, dengan format x0, (x puluhan)

· other, dengan format x, (x satuan)

Untuk menentukan nilai hak akses kita harus merubah x dengan hak aksesnya dan kemudian ditambahkan.

Contoh :

-rw-rw-r-- 1 user user 0 Jun 21 02:39 belajar.txt,

dapat diuraikan menjadi :

· rw (untuk user ) maka jika dioktalkan akan menjadi 400+200 +000= 600

· rw- (untuk group) maka jika diubah ke oktal akan menjadi 40+20+00 =640

· r-- (untuk other) maka jika dioktalkan akan menjadi 4+0+0 = 4

Kemudian ditambahkan akan didapat = 644

Jadi jikalau kita ingin mengubah hak kepemilikan file informatika.txt menjadi rw-rw-r--, yang kita ketikkan adalah :

user@himatif:~$ chmod 644 coba.txt

b. Manajemen User

Pada Ubuntu Linux, sebuah nama login dianggap sah dalam suatu sistem apabila :

a) Data-data terdapat pada file /etc/passwd

b) Password dalam bentuk terenskripsi (tidak terbaca) berada dalam file /etc/shadow

c) Nama login berada pada group yang terdapat pada /etc/group

Langkah-langkah dalam memanagemen user.

Melihat beberapa user dalam sistem :

cat /etc/passwd

root:x:0:0:root:/root:/bin/bash

bin:x:1:1:bin:/bin:/sbin/nologin

.......................................

nobody:x:99:99:Nobody:/:/sbin/nologin

user:x:500:100:user himatif :/home/user:/bin/bash

Misal, baris terakhir dari tampilan di atas :

user:x:500:100:user himatif :/home/user:/bin/bash

Keterangan :

user = nama login untuk user tertentu

x = password yang telah dideskripsi (disimpan dalam file /etc/shadow)

500 = nomor UID (User ID)

100 = nomor GID (Group ID)

user himatif = nama login atau komentar

/home/user = direktori home untuk user user

/bin/bash = default shell yang digunakan

Sistem Linux telah menyiapkan beberapa utilitas yang merupakan utilitas pengubah file-file diatas, utilitas tersebut antara lain :

(1) useradd, digunakan untuk menambah user baru

(2) userdel, digunakan untuk menghapus sebuah user

(3) usermod, digunakan untuk memodifikasi data-data user

(4) passwd, digunakan untuk merubah password sebuah user

(5) users, digunakan untuk menampilkan user yang login

(6) groupadd, digunakan untuk menambah sebuah group

(7) groups, digunakan untuk menampilkan informasi group dari user yang sedang login

(8) groupdel, digunakan untuk menghapus sebuah group

(9) groupmod, digunakan untuk memodifikasi data-data group

1. useradd

Berfungsi untuk menambah sebuah group.

letak file : /usr/sbin/groupadd

Sintaksnya :

useradd -D [-g group] [-b base] [-s shell] [-f inactive] [-e expire]

Contoh penggunaan :

user@himatif:~$ sudo useradd user1

2. passwd

Setelah membuat user, kita membuat password untuk login ke user :

user@himatif:~$ sudo passwd user1

Tampilan berikutnya memasukkan password yang kita inginkan, dilanjutkan dengan verifikasi password :

Changing password for user1.

New password :

Re-enter new password :

Password changed

Perlu kita ketahui bahwa UNIX memberlakukan password minimal 6 karakter dan dalam huruf abjad jika kecil maka kecil semuanya atau besar maka besar semuanya. Bisa juga dikombinasikan dengan angka. Jika kita membuat password terdiri dari misalnya 3 karakter saja, maka sistem akan memberikan warning seperti ini :

BAD PASSWORD: it's WAY too short

3. userdel

Berfungsi untuk menghapus user dari sistem.

user@himatif:~$ sudo userdel user1

4. groups

Digunakan untuk menampilkan informasi group yang sedang login

sintaks : groups [OPTION]... [USERNAME]...

$ groups

5. groupadd

Berfungsi untuk menambah group yang ada

letak file : /usr/sbin/groupadd

sintaks : groupadd group

user@himatif:~$ sudo groupadd stikom

6. groupdel

Berfungsi untuk menghapus group yang ada

letak file : /usr/sbin/groupdel

sintaks : groupdel group

user@himatif:~$ sudo groupdel stikom

c. Editor pada console (vi)

Pengenalan editor pada linux dimaksudkan agar praktikan terbiasa dengan pengeditan file-file konfigurasi secara mudah secara text mode. Banyak sekali text editor yang terdapat pada unix, salah satunya vi. Dipilihnya vi sebagai bahan praktikan karena kemudahannya.

Dari konsole lakukan beberapa perintah berikut :

#vi [namafile] à #vi data.txt

Selanjutnya, untuk menyisip karakter. Terlebih dahulu tekanlah tombol Escape atau tekan huruf “i “, ini berarti kita bekerja pada mode write. Untuk menandai pada pojok kiri bawah ada tulisan “insert” ataupun “replace”.

Untuk menyimpan file, kita harus masuk ke mode Command. Tekanlah escape sekali lagi dan kita telah masuk mode command. Ditandai dengan hilangya tulisan pada pojok kiri bawah.

Beberapa sintaks pada mode command vi.

Command

Fungsi



:w

Menulis atau menyimpan hasil pekerjaan kita.



:wq

Menyimpan dan keluar dari text editor.



/[karakter]

Melakukan pencarian kata sesuai dengan karakter yang dicari.



x yy

Mencopy sebanyak x baris



p

Melakukan Paste.



x dd

Melakukan penghapusan sebanyak x baris



: set number

Menampilkan nomer baris



: x

Menuju baris ke x



: help

Melihat file bantuan/ tutorial



Ctrl + d

Bergerak setengah layar ke bawah

Ctrl + f

Bergerak setengah layar ke atas

Terkadang file yang akan kita kerjakan tidak mau berjalan sesuai perintah – perintah di atas. Maka kita dapat menambahkan option ! yang artinya bersifat memaksa.


BAB III

KESIMPULAN


kita dapat mempelajari utilitas dasar pada sistem linux serta mampu menangani user - user dan service pada sistem operasi linux.